buku elektrik-buku panduan pelaksanaan PSA MABIM 2009

buku ini berisi seluruh petunjuk pelaksanaan, peraturan dan tugas maba fib ui 2009 dalam acara psa mabim 2009, dan bersifat WAJIB dimiliki (diprint atau difotokopi) oleh seluruh maba fib ui 2009, demi lancarnya acara psa mabim 2009 nanti. silahkan dipelajari dan jika ada yang belum jelas, bisa ditanyakan di group “maba fib ui 2009” di facebook psa mabim fib ui: psamabim2009@gmail.com

buku elektrik-PDF download disini

buku elektrik-WORD download disini

Advertisements

Comments (12) »

PENTING UNTUK MABA FIB UI 2009

penting bagi maba fib ui 2009

penting bagi maba fib ui 2009

selain ini, maba juga diharapkan meng-add facebook PSA MABIM FIB UI di psamabim2009@gmail.com dan join di group “maba 2009 fib ui” karena didalamnya terdapat forum diskusi dimana maba bisa bertanyakepada panitia. terima kasih.

Comments (2) »

blog psa mabim fib ui 2009

blog ini digunakan sepenuhnya untuk kepentingan maba seputar pelaksanaan psa mabim fib ui 2009. blog ini berisi seluruh informasi yang dibutuhkan oleh maba 2009 nanti. maaf bila sebelumnya kami, panitia, kurang mengupdate blog ini, semoga hal ini bisa menjadi pelajaran untuk kami agar bisa berbuat lebih baik lagi demi kelangsungan acara psa mabim 2009. terima kasih atas perhatiannya.

Comments (3) »

sejarah FIB UI

Usaha untuk mendirikan sebuah Fakultas Ilmu Budaya atau FIB ( d/h Fakultas Sastra Universitas Indonesia–FSUI), di Indonesia sudah ada sejak tahun 1920-an. Waktu itu, kaum terpelajar Belanda dan kaum nasionalis Indonesia mempunyai cita-cita ke arah itu, meskipun tentu saja tujuan mereka berbeda. Kaum terpelajar Belanda bermaksud meneliti dan mempelajari kebudayaan Indonesia secara lebih ilmiah, agar dengan demikian politik kolonialnya dapat lebih berhasil. Sebaliknya golongan nasionalis bermaksud untuk meneliti dan mempelajari kebudayaan Indonesia dengan tujuan untuk menanamkan dan mengobarkan semangat kebangsaan Indonesia. Karena berbagai rintangan, antara lain resesi ekonomi yang melanda Negeri Belanda, rencana pembukaan Fakultas Ilmu Budaya tertunda bertahun-tahun. Baru pada tanggal 4 Desember 1940 Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte dibuka, menempati gedung Rechts Hogeschool– yang sekarang menjadi gedung Departemen Pertahanan dan Keamanan — di Jalan Merdeka Barat 13, Jakarta. Pada waktu pembukaan, terdapat empat jurusan, yaitu Jurusan Sastra Indonesia, Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial, Jurusan Sejarah, dan Jurusan Ilmu Bangsa-Bangsa. Pembentukan Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte ini berhubungan erat dengan usaha pembentukan suatu Universiteit van Nederlands-Indié (Universitas Hindia Belanda). Menurut rencana semula, Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte hanya didirikan untuk jangka waktu satu tahun, mengingat telah adanya rencana pembentukan universitas tersebut. Dalam kenyataannya, universitas yang direncanakan ini tidak dapat didirikan pada waktu yang diharapkan, sehingga usia berdirinya fakultas itu sebagai sebuah fakultas yang mandiri diperpanjang satu tahun lagi.

Pada tahun 1942, Jepang yang terlibat Perang Dunia II menduduki dan menguasai Indonesia. Seluruh kegiatan pendidikan terhenti, tidak terkecuali Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte yang baru dibuka. Pemerintah jajahan Jepang membuka lembaga-lembaga pendidikannya sendiri termasuk pendidikan tinggi, kecuali Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya.

Setelah proklamasi kemerdekaan (1945), pemerintah Republik Indonesia mendirikan Balai Perguruan Tinggi Republik Indonesia (BPTRI) di Jakarta. Sementara itu, pada tahun 1946, Belanda berusaha berkuasa kembali di Indonesia serta membuka sebuah universitas darurat dengan nama Nooduniversiteit pada tanggal 21 Januari. Ketika NICA (Netherlands Indies Civil Administration) menguasai Jakarta, BPTRI pun pindah ke Yogyakarta. Di sana, diselenggarakan BPTRI yang menjelma menjadi Universitit Gadjah Mada (yang sejak tahun 1954 menjadi Universitas Gadjah Mada), sedangkan sebagian kemudian pindah ke Jakarta. Pada tanggal 21 Maret 1947, Nooduniversiteit berganti nama menjadi Universiteit van Indonesie yang fakultas-fakultasnya tersebar di Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, dan Makasar. Sejak 1954 secara berangsur-angsur fakultas-fakultas tersebut menjadi lembaga-lembaga pendidikan tinggi yang berdiri sendiri, seperti Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga, dan Universitas Hasanuddin.

Pada tanggal 2 Februari 1950, Universiteit van Indonesie diambil alih oleh BPTRI dan namanya diganti menjadi Universitet Indonesia dan yang sejak 1954 menjadi Universitas Indonesia; di dalamnya termasuk Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte yang telah berganti nama menjadi Fakultet Sastra dan Filsafat. Jurusan-jurusan yang tersedia pada waktu itu adalah Jurusan Sastra Indonesia, Jurusan Sastra Belanda, Jurusan Sastra Cina dan Jurusan Arkeologi. Keempat jurusan itu kemudian disesuaikan dengan kepentingan Indonesia serta didasarkan atas tersedianya tenaga pengajar. Berdasarkan hal itu, jurusan-jurusan yang dibentuk adalah Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Cina, Arkeologi, dan Jurusan Bebas. Jurusan Bebas menampung mahasiswa yang bidang ilmunya belum merupakan jurusan sendiri; jurusan itu kemudian dihapuskan pada tahun 1961.

Dalam perkembangan selanjutnya, Fakultet Sastra dan Filsafat diganti menjadi Fakultet Sastra, karena pengertian sastra dianggap mencakup pula filsafat. Nama Fakultet Sastra yang kemudian menjadi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya sampai sekarang masih dipertahankan. Sesuai dengan perkembangan ilmu dan kebutuhan masyarakat, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) mengembangkan jumlah jurusan yang dikelolanya menjadi 13 jurusan, yakni Jurusan Sastra Indonesia, Jurusan Sastra Daerah, Jurusan Sastra Asia Timur yang terdiri atas Program Studi Cina dan Jepang, Jurusan Sastra Asia Barat dengan Program Studi Arab, Jurusan Sastra Germania yang terdiri atas Program Studi Jerman dan Belanda; Jurusan Sastra Inggris, Jurusan Sastra Roman dengan Program Studi Prancis, Jurusan Sastra Slavia dengan Program Studi Rusia, Jurusan Arkeologi, Jurusan Sejarah, Jurusan Linguistik, Jurusan Kesusastraan, Jurusan Filsafat, dan Jurusan Ilmu Perpustakaan. Perlu ditambahkan bahwa Jurusan Antropologi yang mula-mula berada di FIB, sejak tanggal 14 Juni 1983 diserahterimakan pengelolaannya ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0174/0/1983. Peresmian serah-terima dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 1983.

Pada permulaan tahun lima puluhan, beberapa kuliah masih diberikan dalam bahasa Belanda, karena jumlah tenaga pengajar berbangsa Belanda masih cukup banyak. Keadaan serupa juga terdapat di fakultas-fakultas lain di lingkungan Universitas Indonesia. Pada tahun 1951, Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan surat keputusan yang mewajibkan pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam semua kuliah. Dalam rangka pengadaan tenaga pengajar sekolah menengah, pada awal sejarahnya FIB pernah pula menyelenggarakan program pendidikan yang disebut Kursus B-I dan B-II, yang pada prinsipnya sama dengan pendidikan MO-A dan MO-B (MO adalah Middelbaar Onderwijs ‘Pendidikan Menengah’), seperti yang diselenggarakan oleh beberapa universitas di Negeri Belanda. Kursus-kursus tersebut sekarang dikelola oleh Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP).

Di samping mengelola program pendidikan sarjana, FIB juga pernah mengelola lembaga-lembaga penelitian. Salah satu di antaranya ialah Lembaga Bahasa dan Budaya (dahulu disebut Institut voor Taal en Cultuur-Onderzoek atau ITCO) yang bertugas melaksanakan penelitian bahasa dan kebudayaan Indonesia. Dalam perkembangan selanjutnya, lembaga itu menjadi Lembaga Bahasa dan Kesusastraan, yang secara administratif bernaung di bawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dan sesudah beberapa kali ganti nama sekarang dikenal sebagai Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Sejak dibuka kembali pada tahun 1947, tempat kuliah utama FIB adalah di Jalan Diponegoro 82. Kemudian, sejak tahun 1960, pindah ke Kampus Rawamangun. Sejak tahun akademik 1987/1988 FIB pindah ke Depok bersama beberapa fakultas lainnya. Pada saat ini FIB mengelola program sarjana, magister, doktor dan diploma.

Segenap sivitas akademika FSUI berpendapat bahwa nama “Fakultas Sastra” sudah tidak memadai lagi. Alasannya, istilah “sastra” kini telah mengalami penyempitan sehingga disalahartikan sebagai identik dengan “kesusastraan”. Oleh sebab itu ada semacam persepsi keliru dari sebagian besar masyarakat bahwa lulusan Fakultas Sastra adalah orang yang hanya ahli atau tahu tentang bersajak-sajak, prosa, atau bentuk-bentuk kesusastraan lain. Padahal, seorang lulusan FSUI adalah seorang sarjana yang menguasai bahasa dan kebudayaan dari suatu wilayah atau bangsa. Kesusatraan memang diajarkan di FSUI, tapi ia hanya sebagian kecil dari kurikulum FSUI. Atas dasar yang disebut di atas, maka kata Fakultas Sastra untuk FSUI dengan demikian kurang memberikan representasi bidang-bidang lain yang diberikan di FSUI yaitu sejarah, filsafat, arkeologi, perpustakaan, dan linguistik. Oleh karena itu pada tahun 2002 kami mengadakan perubahan nama, “Fakultas Sastra Universitas Indonesia(FSUI) menjadi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB). Kami mengharapkan agar dengan perubahan nama tersebut dapat menghilangkan persepsi keliru masyarakat tentang apa yang diajarkan di FSUI dan bagaimana lulusan fakultas tersebut.

(dicopy paste dari http://www.fib.ui.ac.id)

Leave a comment »

PANITIA PSA MABIM 2009
“MENGGENGAM BERAGAM MAKNA”
HPD

No.

Nama Prodi/Angkatan

1

Andina L. Inggris/2008

2

Cindy Melody Inggris/2008

3

Dara Udyamila A. Cina/2008

4

Farkhan Arab/2008

5

M. Rizky A. Rusia/2008

6

Melya F. D. P. Jerman/2007

7

Putri Ayu Ningtyas Belanda/2006

8

Stella A. Prancis/2007

9

Tabita D. Prancis/2008

10

Taufiqurrachman Belanda/2008

11

Zulfa F. PSIP/2008
Kestari

No.

Nama Prodi/Angkatan

1

Baqiyatus S. Belanda/2007

2

Gina G. H. Indonesia/2007

3

Rani R. Inggris/2007

4

Syafi I. A. Inggris/2007

5

Veronica L. Jerman/2008

6

Yuli Elvina Sejarah/2008
Keamanan

No.

Nama Prodi/Angkatan

1

A. Sofyan Sejarah/2008

2

Abellia A. W. Perancis/2007

3

Aditio S. PSIP/2008

4

Anggi R. H. PSIP/2008

5

Benaya A. Sejarah/2008

6

Desi A. P. Perancis/2007

7

Dwi Jawa/2008

7

Fathmayayuta Arab/2008

8

Fize F. Sejarah/2008

9

Galih W. P. Sejarah/2008

10

Galuh W. Arab/2008

11

Griffith A. P. Sejarah/2008

12

Karlina S. S. Korea/2008

13

Marlia Ayu Drupadi Korea/2008

14

M. Al Mujabudda’ wat Arkeologi/2008

15

Philia S. Jepang/2008

16

Reny K. S. Jerman/2007

17

Satwika W. Jepang/2008
Perlengkapan

No.

Nama Prodi/Angkatan

1

Arif Rachman PSIP/2008

2

Debby P. Korea/2008

3

Fajar Drestha B. PSIP/2008

4

Fitria M. Putri Korea/2008

5

Hartesa Korea/2008

6

Hermarita L. Korea/2008

7

Ita A. Korea/2008

8

M. Usman Noor PSIP/2008

9

Mustiana H. Korea/2008

10

Nanda S. Korea/2008

11

Nur Fajria Y. Korea/2008

12

Nur Tyastuti PSIP/2008

13

Nurul Amalia PSIP/2008

14

Putri P. Jerman/2008

15

Rahmi PSIP/2008

16

Siti Hannah Indonesia/2008
Disiplin

No.

Nama Prodi/Angkatan

1

Ade M. E. Y. Belanda/2008

2

Agung S. Filsafat/2008

3

Ajeng N. P. Belanda/2007

4

Andhini F. Rusia/2008

5

April Filsafat/2007

6

Bony P. N. Filsafat/2008

7

Cecil Perancis/2007

8

Cempaka Inggris/2007

9

Cuni Candrika Perancis/2006

10

Devita A. PSIP/2008

11

Fatimatuzahra Perancis/2008

12

Fitri K. Filsafat/2007

13

Gabrielia Filsafat/2007

14

Getfy G. M. Belanda/2008

15

Herimawati F. Inggris/2008

16

Herviana Belanda/2008

17

Imania A. Belanda/2008

18

Indra citra sena Sejarah/2007

19

La Tania F. P. P. Cina/2008

20

Laras Belanda/2007

21

M. Gilang S. Sejarah/2007

22

Makhravita R. P. Perancis/2008

23

Miranty P. W. Belanda/2008

24

Nabila Rizki Latifa Perancis/2008

25

Nandi Jerman/2006

26

Ninda J. P. PSIP/2008

27

Nuryana H. Belanda/2006

28

Olivia S. Perancis/2008

29

Prita Ayu L. Jawa/2008

30

Putri R. P. Inggris/2008

31

Resti S. R. PSIP/2008

32

Rifa Belanda/2007

33

Rizfa A. Arab/2008

34

Rizky C. F. Korea/2008

35

Sagita C. Belanda/2007

36

Sakina R. D. Belanda/2008

37

Siti Khairunnisa Perancis/2008

38

Tri Ilham Pramudya Sejarah/2007

39

Winda Belanda/2007

40

Winda A. Inggris/2008

41

Windu P. N. Belanda/2008

42

Zea Sarah E. Belanda/2007
Konsumsi

No.

Nama Prodi/Angkatan

1

Aditia M. Sejarah/2008

2

Cassandra Cina/2008

3

Dira F. Jerman/2008

4

Rizka Febriyanti PSIP/2008

5

Yuitha F. PSIP/2008
Transportasi

No.

Nama Prodi/Angkatan

1

Diemas S. Sejarah/2008

2

Nur Hamidah PSIP/2008

3

Siti Hamada R. Jerman/2008

4

Yongki S. P. Sejarah/2008
Kesehatan

No.

Nama Prodi/Angkatan

1

Andi J. S. W. Inggris/2007

2

Arie R. Korea/2008

3

Bagus A. PSIP/2008

4

Eka Z. N. PSIP/2008

5

Etik W. Inggris/2007

6

Firnalia K. Cina/2008

7

Friska W. R. PSIP/2008

8

Is Handayani Jerman/2008

9

Kari G. Filsafat/2007

10

M. Ridho R. Rusia/2008

11

Maratul Hisna Jerman/2008

12

Melvy N. A. Jerman/2008

13

Nadya H. PSIP/2008

14

Nadya N. D. Inggris/2007

15

Nurul F. Jawa/2008

16

Raisha S. U. Inggris/2007

17

Rani P. Jerman/2008

18

Silmi L. Z. Arab/2008

19

Sisca E. Jepang/2008

20

Suci R. L. Cina/2008
Acara

No.

Nama Prodi/Angkatan

1

Ajeng A. R. Perancis/2008

2

Alfredo Y. P. Inggris/2008

3

Amalia Putri Jerman/2007

4

Amelia Arab/2008

5

Andi A. R. Inggris/2008

6

Anita Rima Indonesia/2008

7

Ario Sina Arab/2008

8

Chysanti A. PSIP/2008

9

Elisa H. Korea/2008

10

Elsa S. Inggris/2008

11

Fransiska S. Indonesia/2008

12

Hayati N. Cina/2008

13

Imee E. S. Jepang/2008

14

Ira P. Jerman/2008

15

Ismail Rusia/2008

16

Khadijah M. A. PSIP/2008

17

Lea Cina/2007

18

Marlena  D. Sejarah/2008

19

Marsha  N. Jerman/2008

20

Mayang R. N. Korea/2008

21

Mela A. Cina/2008

22

Nuni R. A. Arab/2008

23

Nurul A. Inggris/2008

24

Nurul S. Sejarah/2008

25

Nurulfatmi A. Filsafat/2008

26

Olga F. Rusia/2008

27

Poppy R. P Perancis/2008

28

Puspa R. P. Perancis/2008

29

Ranggi M. L. Filsafat/2008

30

Rani H. Inggris/2008

31

Rembulan R. D. Cina/2008

32

Rima G. N. P. Indonesia/2008

33

Rozan F. Perancis/2008

34

Santi M. Filsafat/2008

35

Sherera A. Cina/2008

36

Sitowati  L. Perancis/2008

37

Tika Filsafat/2007

38

Tika M. Z. Cina/2008

39

Wahyu A. Indonesia/2008

40

Widi S. O. PSIP/2008

Comments (1) »

BPH PSA MABIM 2009

PO: Hery Dwi Prasetyo, Filsafat 2007

Sekum: Fini Rayi Arifiyani, Indonesia 2007

Bendum: Lea Hutrinda, Jerman 2007

Bend. 1 : Raisa Resmithasari, Rusia 2008

PJ Acara:  M. Adi Nugroho, Indonesia 2007

PJ Disiplin: Ibrahim Febri Yanto, Sejarah 2007

PJ Keamanan: Rosidi Rizkiandi, Sejarah 2008

PJ Perlengkapan : Pamuka Prasetya Primantara, JIP 2008

PJ HPD : Vidi Amelia Ratnafury, Prancis 2007

PJ Kestari:  Dewi Lestari, Indonesia 2007

PJ Konsumsi : Rayi Estriyani, Sejarah 2007

PJ Kesehatan: Adelia Wulandari, Sejarah 2007

PJ Transportasi : Ahmad Qolbuddin Akhyar, Jepang 2007

bph psa mabim 2009

bph psa mabim 2009

Comments (3) »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Comments (6) »